Torpedo Kambing Tingkatkan Gairah Sex ? - Radar Jak-Bar
Headlines News :
Home » , » Torpedo Kambing Tingkatkan Gairah Sex ?

Torpedo Kambing Tingkatkan Gairah Sex ?

Written By Radar Jakarta Barat on Senin, 11 Maret 2013 | 15.08

Oleh : dr. Adi Mawardi, MARS, - Direktur LKC Dompet Dhuafa

Sudah menjadi anggapan umum di masyarakat kita bahwa torpedo atau penis kambing bisa meningkatkan gairah bagi laki-laki. Sehingga tak jarang saat acara pemotongan hewan -saat hari raya kurban dan lain-lain- bagian satu ini sering (secara malu-malu) diperebutkan. 

Torpedo kambing sendiri diketahui mengandung testosterone (yang di dalam tubuh manusia disebut hormon laki-laki dan diyakini paling berperan dalam memelihara fungsi seksual). Namun, apa  benar bagian tersebut berfungsi membangkitkan libido alias gairah seksual jika dikonsumsi manusia.

Kambing atau  Capra Aegagrus merupakan species mamalia yang dipelihara sebagai ternak. Kambing adalah hewan pemakan tumbuhan. Seekor kambing dewasa bisa menghabiskan 4-5 kg rumput setiap hari. 

Kebanyakan orang takut mengkonsumsi daging kambing karena memandang daging kambing merupakan pemicu penyakit darah tinggi (hipertensi). Tapi, ternyata daging kambing yang lezat mengandung lemak dan kalori yang lebih rendah dibandingkan daging ternak lainnya. 

Faktanya daging kambing memiliki kandungan lemak total, kolesterol, lemak jenuh (saturated fat) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging lainnya. Kandungan Protein daging kambing hampir sama dengan daging lainnya, akan tetapi daging kambing memiliki karakteristik yang khas dalam hal lemak jenuh dan kolesterol. 

Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan lemak mono dan polysaturated yang lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat apabila setelah daging kambing dimasak akan terlihat lebih banyak cairan lemak yang keluar menetes.  Hasil analisa menunjukan bahwa daging kambing memiliki lemak 50 % lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi. 

Namun, lemak kambing justru memiliki persentase kolesterol lebih tinggi jika dibandingkan dengan daging ayam atau sapi. Maka sangat disarankan untuk mengkonsumsi daging kambing yang berusia dibawah 6 bulan, dengan alasan lemak yang lebih rendah. Bahkan menurut kajian Dr. Peter J.D Adamo- daging kambing amat sesuai untuk darah jenis “O” , “B” dan “AB”.

Manfaat lain dari kambing yang belum banyak diketahui masyarakat adalah susu. Susu kambing terutama jenis kambing etawa, memiliki banyak kelebihan dibanding dengan susu hewan pemamah biak yang lain. Susu kambing mengandung Flourin yang kadarnya 10-100 kali lebih besar dar pada susu sapi dan bersifat anti bakteri,  memiliki protein, lemak yang mudah dicerna, sodium (Na), fosfor (P), serta kandungan kalsium (Ca) yang tinggi.  

Sementara Dr. John R. Addrizzo menegaskan daging dan susunya mampu menghindari penyakit jantung dalam artikel beliau ”Use of Goat Milk and Goat Meat as Therapeutic Aids in Cardiovascular Diseas”.

Yang menarik, daging kambing ternyata punya tempat tersendiri di kalangan kaum pria. Katanya, daging ini dipercaya ampuh mendongkrak potensi seks (aprodisiak) pria. Secara fisik daging kambing tak jauh beda dibandingkan dengan daging merah lainnya dari domba, sapi, dan kerbau. Dibandingkan dengan daging domba misalnya, keduanya sama-sama bertekstur halus. Warna dagingnya pun tak berbeda, meskipun daging kambing biasanya berwarna lebih pekat.  Kandungan gizinya, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, juga tak jauh berbeda. “Komposisi gizi semua daging (merah) kurang lebih mirip-mirip. Perbedaan ada, tapi tidak terlalu jauh,” jelas Dr. Muhilal dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Bogor. 

Perbandingan kandungan asam lemak jenuh daging kambing dan daging sapi umpamanya, sangat sedikit perbedaannya. Begitu pula, asam lemak tak jenuhnya.  Perbedaan mencolok dengan daging ternak lain justru aromanya. Daging domba, sapi, atau kerbau beraroma amis saja, sedangkan daging kambing beraroma menyengat (orang Jawa menyebutnya prengus). Selain itu, lemaknya lebih putih dan keras.

“Tapi apa yang dikatakan orang soal daging kambing dapat meningkatkan potensi seksual seseorang ada kemungkinan benar. Orang menyatakan begitu ‘kan berdasarkan pengalaman nenek moyang. Tapi kalau kita kaji secara ilmiah harusnya ‘kan diteliti dulu. Tapi data itu tidak ada, sehingga dasarnya saling percaya saja,” jelas Dr. Muhilal. Yang didapat oleh mereka yang memakai makanan atau minuman aprodisiak itu bukan peningkatan potensi, tetapi lebih pada sensasi seksual. Akibat sensasi tentu saja seseorang jadi bergairah. 

   Tetapi, potensi tetap saja segitu-segitu juga. Sementara, kalau orang bilang sate torpedo (skrotum) juga bisa meningkatkan potensi seksual pria, mungkin ada benarnya. “‘Kan di situ jelas tempatnya hormon seks jantan,” jelas Muhilal. Dengan mengkonsumsinya, seseorang mendapat tambahan hormon seks sehingga ada kemungkinan potensi seksualnya meningkat.

          Meski hubungan daging kambing dan potensi seks seorang pria masih abu-abu, penelitian ilmiah untuk mengetahui pengaruh buruknya terhadap kesehatan sudah sering dilakukan. Itu pun tak selalu terbukti.  Kalau bertahun-tahun lamanya orang beranggapan daging kambing jadi biang keladi munculnya penyakit tekanan darah tinggi, maka penelitian Prof. dr. Harun Rasyid Lubis dari Univ. Sumatra Utara, Medan dan Prof. Boedi Darmojo dari Univ. Diponegoro, Semarang menunjukkan hasil berbeda. Ternyata, daging kambing bukan menjadi penyebab timbulnya tekanan darah tinggi atau hipertensi.

          Meskipun begitu kita jangan lantas main hantam terus makan daging kambing. Soalnya, bagi mereka yang berkecenderungan mudah terserang hipertensi atau kolesterol, daging kambing dan daging-daging lain dari jenis daging merah menduduki tempat keempat sebagai makanan yang berkadar kolesterol tinggi. “Yang paling tinggi kadar kolesterolnya adalah otak, kemudian jeroan, kulit, terakhir baru daging,” papar dr. Handrawan.  Yang perlu diperhatikan justru konsumsi lemaknya. Kalau sate kambing yang berlemak banyak dikonsumsi, sering kali itu menyebabkan terjadinya peningkatan kadar kolesterol darah.

          Sementara, bila santapan sate kambing dipadukan dengan minuman beralkohol, pengaruh buruk lainnya akan muncul. Pasalnya, perpaduan kolesterol – alkohol bisa mempersempit pembuluh darah bagian bawah tubuh, terutama yang mengaliri si “buyung”. Bapak-bapak yang biasanya sehat-sehat saja, setelah makan sate kambing plus minuman keras bisa saja jadi impoten. Alkohol memang merangsang, namun setelah itu malah bikin syahwat kendur. Kerja hati, ginjal, jantung pun menjadi lebih berat.

          Kalaupun dirasakan adanya efek tubuh yang menghangat dan peningkatan gairah, mungkin lantaran pengaruh bumbu-bumbunya yang cenderung pedas dan merangsang, macam cabai, cengkih, jahe, lengkuas, merica, dsb. Jadi, kalau seseorang merasa potensi seksualnya meningkat setelah makan sate kambing dan bir, bisa saja karena sugesti akibat pandangan orang soal keampuhan daging kambing, karena dagingnya, atau karena birnya. Karenanya, tak perlu terlalu banyak berharap pada daging kambing bila Anda, kaum pria, ingin perkasa di hadapan istri tercinta. Kebugaran tubuh, kebugaran seksual, dan kondisi psikologis yang baik secara ilmiah justru telah terbukti mampu membuat potensi seksual seseorang -pria maupun wanita-, pada kondisi optimal.

*Dari berbagai sumber
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Windows Live Messenger + Facebook

 
Copyright © 2011. Radar Jak-Bar - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Radar Jak Bar